URUSAN DUNIA

 Perhatikan ayat tentang urusan dunia:


هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ


“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka BERJALANLAH di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari REZEKI-NYA. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan” (QS. Al-Mulk: 15)


Untuk beramal kita diperintahkan “berjalan cepat”, cek ayat ini:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْع


“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan SHALAT Jum’at, maka BERJALAN CEPAT (bersegeralah) kamu kepada mengingat Allah  dan tinggalkanlah jual beli. (QS. Al Jumu’ah:9)


Sedangkan untuk urusan bertaubat, maka kita diperintahkan SECEPAT MUNGKIN (BERLARI), karena ajal tidak menunggu taubat kita dan mati tidak menunggu tua atau sakit. Perhatikan ayat berikut:


فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ ۖ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ


“Maka BERLARILAH (cepat segeralah) kembali kepada (mentaati) Allah (BERTAUBAT). Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allāh untukmu 

(QS. Adz-Dzaariyaat: 50)


Ibnu Abbas menjelaskan maksudnya segera berlari menuju taubat, beliau berkata

“Berlarilah (kembali) kepada Allah dengan TAUBAT dari dosa-dosa kalian.” (Tafsir Al-Qurthubi)


Mengapa demikian? 


karena orientasi kita adalah akhirat.


Bukan berarti kita meninggalkan total dunia, maksudnya manusia dengan syahwat dan kecintaan akan dunia perlu sering-sering diingatkan tentang akhirat, karena kemewahan dan gemerlapnya dunia sering melalaikan manusia akan akhirat, kehidupan yang sebenarnya dan abadi selamanya kelak.


Sudah banyak manusia yang mati-matian mengejar dunia (padahal dunia tidak bisa di bawa mati), kerja siang-malam dan menjadi budak dunia. 


Akhirnya dengan  hidayah dari Allah mereka pun sadar, mereka mengatakan: “Dahulu capek-capek kejar dunia, dapatnya itu-itu saja, bahagianya itu-itu saja, lebih baik ubah orientasi jadi akhirat. Bisa jadi dunia di tangan, tapi akhirat di hati.”


Semoga kita tidak tertipu dengan dunia ini.

Share: