FITRAH MANUSIA DARI NOL MENUJU KE NOL

 Manusia diciptakan oleh Allah dalam kondisi yg sangat labil. Manusia selalu menghadapi kondisi-² kritis yg sering menjerumuskan dalam perbuatan noda dan dosa. Manusia ditakdirkan dalam kondisi keluh kesah. Manusia ditakdirkan sebagai makhluk khoto wanisyian, (tempat salah & lupa).


Hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada manusia yg sempurna di dunia ini :


Allah Ta'ala berfirman : Allah-lah yg menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yg Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa.” (QS. Ar-Rum 30: Ayat 54)


Allah SWT telah mengisyaratkan pengabdian manusia tersebut :


Dalam Al-Quran surat Al-An’am ayat 162 : “Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, (QS. Al-An’am 6: Ayat 162)


Rasulullah SAW telah menjelaskan bagaimana orang yg kuat & bagaimana orang yg lemah dari sudut pemanfaatan akal kita :


Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa : “Orang yg sempurna/kuat akalnya ialah yg mengoreksi dirinya dan bersedia beramal sebagai bekal setelah mati. Dan orang yg rendah/lemah adalah yg selalu menurutkan hawa nafsunya. Disamping itu, ia mengharapkan berbagai angan-² kepada Allah.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan).


Sebagai bahan muhasabah diri :

Dalam rangka mempertebal keimanan guna mempersiapkan untuk kehidupan di akhirat nanti. Patut kita renungkan ketika seseorang dipanggil keharibaan Allah SWT, yg merupakan tempat kembalinya setiap makhluk. 


Sebagaimana yg telah kita yakini bahwa yg akan mengikuti mayat ada tiga : keluarga, harta, dan amalnya.

Ada dua yg kembali yaitu; keluarga dan hartanya, sementara amalnya akan tinggal bersamanya.


Ketika mayat tergeletak akan dimandikan…. !

☝️Terdengar dari langit suara memekik, ”wahai fulan anak si fulan…

~Mana badanmu yg dahulunya kuat mengapa kini terkulai lemah

~Mana lisanmu yg dahulunya fasih mengapa kini bungkam tak bersuara

~Mana telingamu yg dahulunya mendengar mengapa kini tuli dari seribu bahasa

~Mana sahabat-²mu yg dahulunya setia mengapa kini raib tak bersuara.


Allah Ta'ala berfirman :

Wahai jiwa yg tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yg rida & diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-²Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. (Q.S. Al-Fajr [89]: 27-30)


👋Jadi, ke mana kita pergi setelah meninggal? tanyakan pada hatimu yg paling dalan disitu akan terjawab. Barakallahu fiikum.

Share: